![]() |
| Aplikasi Telegram. Foto: Getty Images |
Goorkey.com/Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya membuka pemblokiran Telegram pada hari ini, Kamis (10/8/2017).
Pengumuman
ini diucapkan lewat konferensi pers yang diselenggarakan di Kementerian
Kominfo, Jakarta. Hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
Rudiantara, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani
Pangerapan, dan Taruli dari Koordinator tim Trust+.
Menkominfo
mengatakan, pembukaan blokir Telegram versi web ini berkat upaya kedua
belah pihak dalam mengatasi konten negatif, khususnya yang berkaitan
dengan radikalisme dan terorisme.
"Dengan progres yang sama-sama
dilakukan Telegram, dikerjakan oleh Kominfo maupun tim dari Telegram.
Jadi, hari ini Telegram untuk webnya dibuka kembali sehingga masyarakat
bisa menggunakan, memanfaatkan Telegram web lagi," ucap Rudiantara.
Sebelumnya,
Kominfo memutuskan menutup akses layanan pesan instan berlogo pesawat
kertas tersebut pada Jumat (14/7/2017). Kominfo meminta kepada seluruh
Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses
(pemblokiran) terhadap 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.
Dipaparkan
11 Domain Name System (DNS) milik Telegram meliputi t.me, telegram.me,
telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org,
macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org,
pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan
flora-1.web.telegram.org.
Dampak terhadap pemblokiran ini adalah
tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses
melalui komputer). Sedangkan aplikasinya masih bisa dipakai.
Kominfo
menjelaskan pemblokiran harus dilakukan karena banyak sekali kanaldi
layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham
kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan,
disturbing images, dan lain-lain, yang bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan di Indonesia.
Pasca pemblokiran itu, CEO
Telegram Pavel Durov langsung bereaksi hingga menyambangi Indonesia.
Durov pun sepakat memberantas konten negatif di situsnya sehingga
akhirnya Telegram versi web dapat diakses kembali hari ini. (fyk/fyk)

Post a Comment