2017-08-13

Mark Zuckerberg kerap memakai warna kaus abu-abu dalam setiap acara apapun. (Wikipedia Commons).

GOORKEY.COM, Jakarta - Pendiri Facebook Inc, Mark Zuckerberg, mengatakan pada Jumat bahwa ia akan mengambil cuti kelahiran selama dua bulan setelah putri keduanya lahir.


Zuckerberg mengatakan ia akan memanfaatkan pilihan yang disediakan Facebook untuk cuti.


"Saya akan mengambil cuti satu bulan untuk mendampingi Priscilla (Chan) dan anak-anak pada masa awal, dan kemudian kami akan menghabiskan waktu sepanjang Desember bersama-sama," tulis Zuckerberg di Facebook.


Pada kelahiran putri pertamanya, Maxima Chan Zuckerberg, tahun 2015, Zuckerberg juga mengambil cuti kelahiran selama dua bulan.


Tak banyak kabar tersiar soal kelahiran anak keduanya. Namun, Mark Zuckerberg mengatakan pada Maret bahwa ia dan istrinya sedang menantikan kehadiran anak kedua.


Foto : Windy Wellingtonia. instagram.com.

GOORKEY.CO, Jakarta -Presenter senior Tiurmaida Tampubolon mengkritik presenter TV ONE Windy Wellingtonia seputar celetukannya saat membawakan berita beberapa waktu lalu. Tiurmadia menyatakan Windy tidak sopan dan tidak menaruh hormat kepada Presiden Joko Widodo.
Tiurmaida juga mengungkapkan merasa miris melihat aksi Windy Wellington itu. “Sangat tidak sopan dan menunjukkan kapasitasnya sebagai presenter asal bunyi, merendahkan dan menghina... Apalagi orang tersebut adalah Presiden, yang seharusnya dihormati bukan diremehkan,” tulis Tiurmaida dalam akun Facebook-nya.
Belum lama ini Windy Wellingtonia melaporkan sebuah berita mengenai doa politisi PKS Tiffatul Sembiring dalam Sidang Tahunan di Gedung MPR/DPR RI, Rabu, 16/8. Dalam doa itu Tiffatul memohon kepada Allah SWT agar Presiden Joko Widodo menjadi gemuk.
Menutu berita itu Windy mengatakan “Amin, kita doakan Jokowi badannya menjadi lebih gemuk, asal bukan rekeningnya yang menggemuk.”
Celetukann itu mengundang kecaman parea netizen termasuk Tiurmaida. Winddy dinilai telah melecehkan Presiden. Mereka membanjiri kolom komentar akun Instagram Windy Wellingtonia.

Di akhir unggahannya ia juga menanyakan tanggapan TV One selaku stasiun televisi yang menaungi Windy Wellingtonia, “Hello TV One... apa reaksimu tentang apa yang telah dilakukan presentermu si Windy ini???”

SHINTIA SAVITRI 

Perusahaan marketplace terbesar di Indonesia itu mengumumkan mereka dapat investasi senilai USD1,1 miliar atau Rp14,7 triliun dari Alibaba Group. (Foto: Dok. Tokopedia)

Jakarta -- PT Tokopedia, perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan perolehan investasi senilai USD1,1 miliar atau setara Rp14,7 triliun.

Babak investasi ini akan dipimpin Alibaba Group dengan partisipasi dari pemegang saham Tokopedia yang sekarang. Investasi ini akan menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

"Hari ini kami menyambut baik Alibaba sebagai salah satu pemegang saham di Tokopedia, dan kami percaya bahwa kemitraan ini akan mempercepat terwujudnya misi kami dalam menggerakkan pemerataan ekonomi secara digital,” ungkap CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya di hadapan ribuan tamu undangan perayaan ulang tahun ke-delapan Tokopedia di Pullman Central Park, Jakarta, Kamis (17/8).


 "Alibaba Group dan Tokopedia memiliki kesamaan visi dalam membantu UMKM dalam kesuksesan usahanya dan kami sangat senang dapat bekerja sama bersama Tokopedia untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia," jelas Daniel Zhang, CEO Alibaba Group.
Diyakini, kemitraan dengan Alibaba akan meningkatkan skala dan kualitas pelayanan Tokopedia kepada para penggunanya, sekaligus mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia untuk mengembangkan usahanya ke seluruh daerah di Indonesia, dan dunia.

"Salah satu budaya utama di Tokopedia adalah mempunyai ketulusan untuk berbagi selayaknya seorang guru dan keingintahuan untuk belajar selayaknya seorang murid. Kami selalu menganggap bahwa Alibaba merupakan guru dan role model bagi kami," tambah William.



Tokopedia yang didirikan sejak 2009, telah menjadi perusahaan platform marketplace terbesar di Indonesia yang memungkinkan jutaan UMKM dan pemegang merek lokal di Indonesia untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka secara online hingga ke seluruh penjuru negeri kepulauan terbesar di dunia ini.

Data AppAnnie menunjukkan bahwa Tokopedia merupakan aplikasi jual beli online terdepan di Indonesia, dan situs web yang paling sering dikunjungi Indonesia (berdasarkan data dari SimilarWeb). (rah)


cnnindonesia.com

Goorkey.com, Medan Kembali memasuki bulan Agustus berarti sama dengan kembali bersiap menyambut peringatan hari kemerdekaan negeri tercinta kita yang jatuh tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 Hari ini.
Kalian pasti sudah akrab kan dengan suasana khas 17 Agustus dimana biasanya banyak sekali lomba-lomba yang diadakan di setiap sudut kota, guna meramaikan acara peringatan hari kemerdekaan ini?
Eits, tapi tunggu dulu Goorkey, kalian tahu nggak sih kalau sebenarnya lomba-lomba 17 Agustus-an yang kalian lihat atau bahkan ikuti itu punya makna tersendiri?
Berikut cuplikan lomba 17 agustusan yang di selenggarakan oleh Serikat Tolong Menolong Eklesia yang berada di Komplek Perumahan Griya Kencana Kota Medan :

Link : Youtube
Lomba makan kerupuk adalah salah satu lomba yang paling sering diikuti banyak orang nih, Teens. Alasannya sih sederhana, karena makan. Tapi tahukah kamu makna di balik lomba makan kerupuk?
Sama seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk bermakna untuk kilas balik keadaan Indonesia semasa penjajahan dimana rakyat Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehingga banyak sekali orang-orang yang terkena kekurangan gizi dan kelaparan.
Nah, itu dia makna dari lomba makan kerupuk di 17 Agustus yang pastinya kalian temui hampir setiap tahunnya. Gimana Goorkey? Nggak disangka-sangka ya lomba yang terlihat sederhana dan menyenangkan itu ternyata memiliki ceritanya masing-masing. Pasti jadi semakin semangat ikut lomba 17 Agustus-an tahun ini kan!
[S. SEMBIRING]

Pembawa Bendera Merah Putih Fariza Putri Salsabila (tengah) membawa duplikat Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2017. ANTARA FOTO.

Goorkey.com, Jakarta - Fariza Putri Salsabila anggota Paskibraka yang mewakili Provinsi Jawa Timur tidak menyangka pada akhirnya ditunjuk sebagai pembawa baki untuk menerima bendera merah putih yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Saat ditemui wartawan setelah usai melaksanakan tugasnya, Fariza di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, mengaku tidak menyangka bahkan semakin berdebar setelah namanya disebut sebagai petugas pembawa baki bendera Merah Putih untuk kemudian dikibarkan.

"Nggak nyangka, deg-degan kak. Rasa bangga. Ini pertama kali seumur hidup mendapat kesempatan membawa baki di Istana," kata Fariza yang tergabung dalam tim putih Paskibraka.

Ia mengaku sangat senang menjadi petugas pembawa baki hingga akhirnya berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dan lancar.

"Senang banget bawa baki alhamdulillah sudah berhasil terima kasih," katanya.

Fariza Putri Salsabila sendiri mengaku kaget saat terpilih karena ia merasa banyak rekan setimnya yang jauh lebih baik dari dirinya.


"Saya tadi kaget langsung dipilih," katanya.

Ia berpesan kepada tim merah yang bertugas saat penurunan bendera pada sore hari untuk tetap semangat, tersenyum, serta tidak lupa untuk terus berdoa.

Sementara kepada seluruh pemuda Indonesia, Fariza berpesan agar terus berprestasi karena ada begitu banyak jalan untuk meraih yang terbaik.

Fariza Putri Salsabila juga mengaku senang karena orang tuanya juga hadir di acara tersebut di Istana meskipun dirinya belum sempat bertemu secara khusus.

ANTARA

ejumlah kendaraan melintasi Jembatan Simpang Susun Semanggi di kawasan Semanggi, Jakarta, 28 Juli 2017. Jembatan Simpang Susun Semanggi akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2017 mendatang. ANTARA/Rivan Awal Lingga.
GOORKEY.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Jalan Layang Simpang Susun Semanggi, malam ini, Kamis 17 Agustus 2017 bertepatan dengan HUT RI ke-72.

Lampu hias akan menari-nari berbentuk melingkar di persimpangan Semanggi. Pemerintah Daerah DKI Jakarta, PT Wika, dan Pasukan Pengamanan Presiden mulai sibuk mempersiapkan prosesi peresmian.

Prosesi peresmian akan dilakukan di sudut Persimpangan Semanggi, tepatnya depan Plaza Semanggi. Karpet merah digelar menghampar luas, sekitar setengah lapangan sepak bola. Di tengahnya disiapkan tombol pembuka tirai. Dua meter dari situ ada tirai biru sepanjang kira-kira 20 meter.

Di balik tirai itu ada monumen bertuliskan Semanggi. Namun, monumennya berdiri tak menyatu. Masing-masing huruf terpisah antara yang satu dengan yang lain. Kemudian sengaja disusun tak rata. Di bawah setiap huruf tertulis beragam sejarah Jakarta.


 
Saat ini para tamu undangan mulai berdatangan. Banyak di antara mereka berasal dari akademisi, diplomat, dan politisi dari partai politik. Para pekerja PT Wika juga diundang menyaksikan peresmian ikon baru Kota Jakarta itu.

Menjelang malam, lampu Simpang Susun Semanggi diuji coba. Warnanya berkilat-kilat menyilaukan. Di bagian bawah bangunan sinar berpendar warna-warni. Di bagian sisi pembatas jalan, warnanya berubah menjadi percikan putih, seperti taburan bintang di langit.

Dua hari yang lalu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau tempat itu. Kala itu dia didampingi Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah. Mereka berdua melihat area rerumputan di bawah Simpang Susun Semanggi dan memastikan jembatan baru itu siap diresmikan.

Saat berkeliling, Djarot melihat masih banyak benih rumput hijau yang belum tumbuh sempurna. Selain itu, ia menemukan beberapa potongan pipa yang sempat berserakan. Kini semua itu sudah rapi. Bahkan, bunga-bunga bermekaran. Para petugas PPSU dikerahkan untuk membuat tempat itu asri.

Simpang Susun Semanggi dibangun atas dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada senilai Rp 579 miliar. Hanya Rp 360 miliar digunakan untuk membangun Simpang Susun Semanggi. Dana sisanya digunakan Pemerintah DKI Jakarta untuk membangun infrastruktur di tempat lain.

AVIT HIDAYAT

metro.tempo.co

Komisaris Besar Jhonny Edison Isir (kanan) yang merupakan ajudan Presiden Jokowi saat mendampingi pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, 16 Agustus 2017. [Dhemas Reviyanto].

Goorkey.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja memilih Komisaris Besar Jhonny Edison Isir sebagai ajudan pribadinya. Posisi ajudan Presiden Jokowi dari Polri kosong setelah Brigadir Jenderal Listyo Sigit Prabowo dimutasi menjadi Kapolda Banten sejak Oktober 2016.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, terpilihnya Jhonny sebagai ajudan pribadi baru, berawal dari pertemuan Tito dengan Jokowi di Hari Bhayangkara pada 10 Juli 2017 lalu. Saat itu, kata Tito, Jokowi senang melihat salah satu ajudan Tito, Stefanus, yang berasal dari Papua.


Tito kemudian menggambarkan Stefanus sebagai sosok yang setia, cerdas, dan mengerti yang diinginkan olehnya. Stefanus telah mendampingi Tito selama lima tahun terakhir.

"Kemudian beliau (Jokowi) juga menyampaikan, 'saya juga ingin punya ajudan orang Papua'," kata Tito menirukan percakapannya dengan Jokowi, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 16 Agustus 2017.

Tito kemudian merekomendasikan sejumlah nama. Saat ini, tiga ajudan pribadi Presiden dari TNI adalah angkatan 1996. Tito mengatakan di Polri, ada satu angkatan 1996 yang juga menonjol prestasinya, yakni Jhonny Edison Isir.

Tito menggambarkan Jhonny sebagai sosok yang cerdas dan berpengalaman sebagai Kapolres di daerah-daerah Papua dan juga di Jawa. Terakhir, ia bertugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Bahkan, Jhonny pernah meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Setelah diajukan dan menjalani tes, Jokowi pun setuju memilih Jhonny sebagai salah satu ajudan pribadinya yang baru. Ia mulai bertugas sejak kemarin, dan ikut mendampingi Presiden pada pidato kenegaraan di Gedung DPR hari ini.

"Secara pribadi, ini satu sejarah. Sejarah pertama kali orang Papua bisa menjadi ajudan presiden," kata Tito.

Langkah Jokowi yang memilih Jhonny, kata Tito, juga menunjukan rasa nasionalisme dan cinta akan Kebhinekaan. Pasalnya, selain bersuku asli Papua, Jhonny juga jadi satu-satunya ajudan Presiden yang non-muslim.

Tito berharap terpilihnya Jhonny sebagai ajudan pribadi Presiden Jokowi, dapat menjadi pemicu motivasi anak-anak Papua lainnya. Sosok Jhonny menjadi bukti bahwa masyarakat yang selama ini dianggap minoritas sekalipun bisa memiliki segudang prestasi. Apalagi, menjadi ajudan pribadi Presiden bukan hal yang mudah dicapai.

Selain bidang kesehatan, jasmani, psikologi, juga kecerdasan, seorang ajudan juga harus memiliki chemistry dengan Presiden. "Kembali kalau bicara masalah ajudan kan, orang kepercayaan, ring 1 beliau. Itu masalah chemistry, sangat penting sekali. Ngeklik atau enggak," kata Tito.
 
EGI ADYATAMA

nasional.tempo.co

Gloria Natapradja anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) HUT ke-71 RI, mengaku bangga dengan tim paskibra yang bertugas di upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Museum Kebangkitan Nasional tahun 2017. 
GOORKEY.COM, JAKARTA - Masih ingat dengan Gloria Natapraja Hamel, pelajar dari SMA Islam Dian Didaktika yang digugurkan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Merah Putih?
Dahulu ia tidak berhasil menjadi anggota Paskibraka karena masalah kewarganegaraan ganda.
Padahal ia telah lulus seleksi dan masuk dalam karantina di asrama Cibubur, Jakarta Timur.
Ia juga telah mengikuti berbagai seleksi yang melelahkan dan mengbiskan waktu, tenaga serta pikirannya.
Ia merasa telah dipermainkan.
Latihannya selama berbulan-bulan seolah tak ada artinya.
"Gloria terpukul sekali. Sedih sekali lah. Dia semangat sekali waktu ikut seleksi dan lolos tahap demi tahap," kata Uun (50) pengasuh Gloria sejak kecil saat ditemui Tribunnews.com di rumah Gloria di Jalan Sulawesi, Perumahan Megapolitan Estate, Blok G No 96 A, Cinere, Depok, Senin, 16 Agustus 2016 malam.
Uun menjelaskan, sejak awal, ibu dan ayah Gloria sudah menyampaikan Gloria yang memang keturunan Perancis dari ayahnya.
"Kalau memang gak bisa lolos dan digugurkan, harusnya dari awal saja. Saya ikut sedih sekali Gloria terpukul karena hal ini. Sejak kecil dia saya yang asuh, dan sudah seperti anak sendiri," kata Uun.
Ia menambahkan, jika disuruh memilih, Gloria pastinya lebih memilih menjadi warga negara Indonesia.
"Sekolah dari Play Grup sampai SMA yang Dian Didaktika Cinere ini. Semua sejarah Indonesia dia tahu dan tahu lagu kebangsaan Indonesia. Kalau soal Perancis, dia belum tentu tahu," kata Uun.
Nasib Gloria kini
Lain dengan tahun lalu, yang penuh dengan cobaan untuk Gloria.
Pada tahun 2017 ini Gloria mendapat sebuah kesempatan untuk menjadi pelatih tim Paskibra yang mengibarkan bendera merah putih dalam upacara Harkitnas di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Mei 2017 lalu.
Saat itu ia mengaku sangat bangga atas hasil penampilan tim paskibra Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dilatihnya.
Gloria juga ikut menghadiri upacara yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid itu.
Kepada Tribunnews.com, Gloria mengaku bangga kepada generasi muda yang banyak menghabiskan waktunya di berbagai bidang positif, seperti halnya Paskibra.
"Aku bangga karena sekarang anak muda sudah banyak yang aktif, seperti di (bidang) politik, juga banyak ngasih prestasi," ucap Gloria.
"Mereka anak-anak biasa, tapi karena mereka punya kemampuan juga potensi yang mereka mau kembangkan dan karena mereka mau berjuang, jadi apapun itu pasti bisa dilakukan," jelas Gloria.
"Jadi bangga dengan anak-anak muda zaman sekarang," imbuhnya
(Fachri Sakti Nugroho)

Foto : Ajudan Presiden RI

Goorkey.com, Jakarta -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian menyampaikan, untuk pertama kali seorang putra Papua menjadi ajudan presiden. Komisaris Besar Jhonny Edison Isir yang merupakan putras asli Papua, diangkat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.

"Dia sudah mulai menjabat semenjak kemarin, tadi sudah tampil di DPR waktu pidato kenegaraan di belakang beliau. Ya, mudah-mudahan secara pribadi, ini satu sejarah. Sejarah pertama kali orang Papua bisa menjadi ajudan presiden," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (16/8).

Tito menjelaskan, Jokowi tertarik pada putra Papua lantaran melihat salah seorang ajudannya yang juga berasal dari Papua. Jokowi bertanya bagaimana kinerja ajudannya itu. Tito menjelaskan, ajudannya sangat baik dalam bekerja.


Sejak itu, kata Tito, Jokowi minta dicarikan ajudan asal Papua. Tito merekomendasikan Jhonny, angkatan 1996 peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik dan lulusan Master Transnational Crime Prevention University of Wollongong Australia.

"Anaknya pintar, pengalaman di Jawa sudah, di Jawa Timur sudah. Di Papua pernah jadi Kapolres di Gunung Wamena dan Manokwari, dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi bisa dikelola dengan baik," kata Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjelaskan, Jokowi sudah hampir tujuh bulan belum menentukan ajudan dari Polri. Padahal Polri sudah mengirimkan tiga calon yang lulus dalam tes ajudan. Namun untuk ajudan, keterikatan satu sama lain juga penting.


"Untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih. Terpilih dalam bidang semua hal, kesehatan, jasmani, psikologi, kecerdasan dan chemistry. Chemistry ini yang susah," kata Tito.

Tito menilai pemilihan Jhonny sebagai ajudan akan membangkitkan semangat masyarakat Papua. Jhonny sebagai masyarakat minoritas dari daerah terpencil membuktikan bahwa dia mampu. Tito berharap putra dari berbagai daerah percaya diri untuk bersaing.
(pmg)


cnnindonesia.com


Goorkey.com, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membuka perwakilan di sembilan wilayah Indonesia. Semuanya itu diharapkan sudah beroperasi tahun 2018.

Nantinya, perwakilan lembaga antirasuah itu akan berfungsi melakukan penindakan dan pencegahan korupsi. 

"Ada sembilan perwakilan KPK di setiap regional, di Sumatera, Kalimantan, Papua. Saya harap tahun depan mulai berjalan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/8). 

Pada kesempatan yang sama, pimpinan lain KPK, Saut Situmorang mengatakan rencana membuka sembilan perwakilan itu masih dalam pembahasan. Menurut dia, masih ada perdebatan soal kerja yang dilakukan perwakilan KPK ini secara terbuka atau tertutup.
Dalam menempatkan perwakilan, KPK bakal membagi Indonesia ke dalam sembilan wilayah kerja.Saut menyebut jika rencana membuka perwakilan itu terealisasi, akan ada satu orang yang bertanggung jawab memantau kegiatan pemerintah daerah yang masuk dalam wilayahnya.

"Akan ada banyak senior-senior yang ada di sana, fungsinya tetap melakukan penindakan dan pencegahan," tutur Saut. 

Menurut Saut, pembukaan kantor perwakilan ini tidak membutuhkan anggaran yang besar karena masih bersinergi dengan markas pemberantasan korupsi di Jakarta. 

"Kita kasih waktu dua minggu, untuk menentukan siapa orang yang bertanggung jawab di daerah itu," ujarnya.

"Indonesia kita bagi ke dalam sembilan wilayah. Mungkin bisa di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku. Di Jawa itu ada Jawa barat, Banten, DKI (Jakarta), dan Jawa Timur," kata wakil lain Ketua KPK, Alexander Marwata. (kid/syh)

cnnindonesia.com

   Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, 8 Mei 2017. ANTARA/Ahmad Subaidi 

Goorkey.comJakarta - Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), absen dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat serta sidang bersama Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat hari ini, Rabu, 16 Agustus 2017. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan SBY absen lantaran persiapan untuk pergi ke luar kota.

SBY akan melakukan tur kemerdekaan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta mulai esok hari. "Akan rapat nanti sore," kata Roy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.


Tur kemerdekaan ini, kata Roy, dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Ia membantah tur ini bagian dari persiapan Demokrat menghadapi pemilihan presiden 2019.



Semenjak selesai menjadi presiden, SBY belum pernah hadir di sidang tahunan MPR. Tahun 2015 ia absen lantaran berada di luar negeri. Sedangkan pada 2016 ia berada di luar kota.

Dengan absennya SBY, sidang tahunan MPR kali ini hanya dihadiri Presiden RI ke-3, BJ Habibie, dan Presiden RI ke-5, Megawati Sukarnoputri. Selain itu, turut hadir mantan wakil presiden Try Sutrisno dan Boediono.

Dengan tur kemerdekaan tersebut, hampir bisa dipastikan SBY absen dari undangan upacara kemerdekaan di Istana Negara, esok hari.

AHMAD FAIZ


tempo.co

Setelah tujuh tahun akhirnya langkah kaki membawaku kembali ke tapal batas ini. Sejenak kuperhatikan suasana di seklilingku. Kibaran bendera merah putih terpasang disana – sini, selain menandakan batas wilayah, baru aku sadar rupanya negara ini sedang menyambut Hari Kemerdekaannya. Bulan ini pertengahan Agustus aku kembali dari negeri tetangga.

Goorkey.com - Sudah banyak perubahan yang terjadi disini, Gedung usang yang dahulu tempat kami berdesakan dalam memperoleh dokument, sudah digantikan dengan gedung baru yang modern, bersiah dan luas. Kesan kotor dan kumuh sudah tidak tampak lagi. Bahkan kalau dibandingkan negara tetangga yang sering mengejek ngejek tempat kelahiran kami boleh dibilang mereka sekarang kalah jauh. Mungkin benar kabar burung tentang negaraku yang sudah mulai berbenah dibawah pemerintahan yang baru.

Keluar dari pintu gerbang bangunan megah tersebut, suasana kehidupan rakyat perbatasan mulai terasa. Walaupun sudah disentuh dengan pembangunan tetapi dibeberapa titik kesan bersahaja dan sederhana masih tampak jelas. Aku mencari – cari bis yang akan membawaku pulang ke desa. Ternyata belum berubah untuk hal ini. Kendaraanya masih tetap sama, mobil tua dengan cat yang sudah tidak tampak warnanya apa.

Sampai akhirnya tubuh lelahku kusandarkan pada jok lapuk sebuah bis tua, aku duduk di kursi agak belakang agar memudahkan apabila turun nantinya. Semerbak bau asap rokok langsung menghampiri begitu aku hirup udara disekeliling. Ahhh. peduli amat pikirku, mata dan fikiranku sudah terlalu lelah untuk melihat dan merasakan itu semua. Pikiranku sekarang adalah segera sampai ke dusun dan bertemu dengan si Inong anakku.
Sekali lagi kupastikan kepada supir dan keneknya kemana tujuanku agar mereka dapat membangunkan atau setidaknya memberitahu kepadaku, apabila lokasi sudah dekat. Dusunku itu memang bukan berada di kota tapi agak jauh dari perbatasan kota. Dari jalan besar masih masuk lagi sekitar satu jam memakai motor. Karena pastinya akan tiba disana lewat tengah malam. Aku hanya berjaga – jaga kalau saja aku tertidur atau terlewatkan dimana aku harus turun.
Setelah itu aku tidak bisa lagi menahan berat kedua mataku, aku tertidur…

“Ibu, aku tidak tahu harus berbuat apalagi, haruskah aku tolak atau terima tawaran ini ?” Tanyaku.
Wajah wanita tua dengan keriput dan rambut putih didepanku memandang ke luar jendela, nanar matanya memerah.
“Dengan kondisi kita saat ini, kita tidak akan bertahan lama.kita butuh uang Ibu. !!” Keras suaraku
“Si Inong sebentar lagi mau masuk SMP, kalau aku cuma bertahan disini, Inong pasti tidak akan bersekolah lagi setelah tamat SD, Harga sawit semakin turun, karet apalagi, kita bisa mati kalau terus begini !!” Tanpa henti aku bersuara.
“Tapi dia terlalu kecil untuk kamu tinggalkan, setelah suamimu pergi dengan wanita itu dan tidak kembali lagi, tidakkah kamu kasihan apabila membayangkan dia harus hidup sendiri tanpa orang tua ?” Jawab ibuku.
“Hidup tanpa kasih sayang ayah saja sudah berat bagi dia, apalagi sekarang tidak ada seorang ibu di sisinya, apakah kamu tega kalau suatu saat dia menangis karena ingin bertemu denganmu? Apa yang harus aku katakan kepadanya?.” Tanya Ibuku.
Tak sanggup aku membayangkan hal itu akan terjadi. Tetapi aku kembali sadar tidak boleh dikuasai kembali oleh emosi sesaat, nalar dan logika harus kembali diutamakan. Semua sudah aku pertimbangkan masak – masak. Aku tak mau anakku sama nasibnya sepertiku, gadis desa yang tidak bersekolah, yang terlalu lugu sehingga sebegitu bodohnya dimanfaatkan oleh lelaki dari kota hanya untuk kepuasan sesaat .
Si Inong ini harus mendapatkan pendidikan lebih baik dari Ibunya. Biarlah anakku ini mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depannya sendiri. Walaupun untuk itu kami harus berkorban, terpisah jarak dan waktu. Demi untuk masa depannya aku siap bermandikan tangis rindu setiap hari.
Entahlah siapa yang lebih bisa menahan rindu itu nantinya, kerinduan seorang ibu akan anaknya atau kerinduan anak kepada ibunya? Aku hanya takut bahwa pada saat itu tiba aku berada dipihak yang kalah.

Malam itu sengaja kutemani Inong belajar, aku duduk dilantai dibelakangnya sambil melipat baju yang siangnya dijemur, kuperhatikan dari belakang setiap gerak tubuhnya dari ujung kepada sampai ujung kaki. Melihat pemandangan dihadapanku tak terasa mataku mulai memerah dan genangan air mata ini siap untuk tertumpah.
Inong sangat tekun dan rajin dalam bersekolah, harus aku akui dia memang bukan anak terpintar di sekolahnya bahkan dikelasnya dia juga bukan juara kelas, tetapi bukankah kepintaran itu tidak menjamin kesuksessan seseorang? Yang aku tahu dari Inong adalah dia adalah anak yang tekun dan mandiri. Tidak pernah aku dengar dia mengeluh betapa sulitnya pelajaran disekolah
Dan yang terpenting dia pasti akan selalu pulang ke rumah dengan senyuman mengembang, keceriaan tidak lepas dari dirinya. Tidak juga dia keberatan setelah itu diminta bekerja membantu kami di kebun atau membantu menyadap karet di kebun milik pabrik. Kadang kami larang tetapi dia yang memaksa. Bosan dirumah sendiri, atau kadang dia bilang, kasian mau bantu nenek saja.
“Udah malam Nong, besok lagi belajarnya…” Pintaku demi melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 10 malam.
“Bentar lagi bu, tanggung masih dua halaman lagi, Inong mau selesaikan bacanya,…”Katanya tanpa menoleh.
“Ibu ngantuk?, Kalau ngantuk ibu tidur aja dulu dahulu, nanti Inong nyusul, tapi lampu depan jangan dimatikan ya, soalnya jadi agak gelap disini.” Kali ini dia melihat kearahku.
“Dak Nong, Ibu belum ngantuk, ibu mau menemanimu disini, sampai kamu selesai belajar.” Sambil kuanggukkan kepalaku.
Kembali Inong larut kedalam bacaannya, sampai akhirnya suaranya memecah keheningan.
“Bu, kalau besar nanti Inong mau jadi Polisi, boleh bu?”
Aku terhenyak akan pertanyaannya..
“Ohh tentu saja boleh dong , Inong mau jadi apa saja boleh, asal Inong harus rajin belajar.” Jawabku sekenanya.
“Bu, kalau jadi seorang polisi susah tidak sekolahnya ?” Tanyanya lagi.
Aku tidak bisa menjawab hal ini, jangankan sekolah Polisi sekolah biasa saja aku tidak tamat.
“Tidak ada yang susah didunia ini Nong, semua pasti bisa kalau kita rajin, jujur dan selalu berdoa.” Jawabku.
‘Mahal dak bu sekolah polisi ?” Tanya lagi, tapi kali ini pandangannya diarahkan kepadaku.
Aku terdiam untuk sekian lama….., tidak berani aku jawab pertanyaan ini. Aku menyadari Inong adalah anak yang pintar. Aku tau dia pasti akan bertanya terus sampai rasa keinginan tahunya terpuasakan.
“Dak mahal kok, yang penting Inong belajar aja yang rajin.., pasti bisa jadi Polisi”. Jawabku.
“Hmmm…..Okelah bu, udah selesai semuanya, PR dan tugas membaca sudah selesai, kita tidur bu, sambil kakinya melangkah ke saklar lampu tak jauh dari meja belajarnya.
“Aku matikan ya, lampunya?” Pintanya.
“Buku – buku sudah disusun semua”? Tanyaku
“Sudah beres semua.” Jawabnya
“Okelah kalau begitu, ini juga besok aja distrika belum kering benar baju – baju ini.” Jawabku.
Malam itu hujan mengguyur desa kami, Bau tanah basah semakin membuat nyaman istirahat kami. Semakin erat juga pelukan tanganku mendekap Inong. Anakku satu – satunya ini. Andai waktu bisa diperpanjang ingin rasanya aku mohon kepada Sang Empunya Waktu agar saat – saat seperti ini bisa kurasakan lebih lama.

Hari yang sebenarnya tidak aku kehendaki kedatangannya akhirnya tiba juga. Sudah aku kakatakan sebelumnya kepada yang menjemputku untuk agak siang saja menjemputku, aku ingin menunggu anakku Inong pulang dari sekolah dulu. Tetapi ternyata rombongan penyemput usah tiba duluan. Awalnya mereka bersikeras untuk segera berangkat, karena alasan takut gangguan di jalan sehingga pintu gerbang akan ditutup sebelum kita tiba. Dengan setengah memohon aku minta kepada mereka, untuk menunggu setengah jam lagi.
Lewat setengah jam, aku mulai gelisah, Inong belum pulang juga, aku bersikeras menunggu anakku, tetapi mereka juga bersikeras kalau masih menunggu ya ditinggal saja.tidak ingin ambil resiko Aku bingung. Akhirnya dengan kesepakatan bersama aku bersama mobil rombongan singgah sebentar kesekolah Inong, dari sana ada atau tidak ada Inong mobil langsung berangkat. Sepakat.
Sejurus kemudian kupeluk erat – erat ibuku yang dari tadi menemani disisiku, hanya satu kata terucap dari bibirku…
”Titip Inong ya Bu”. Pintaku…
Ibuku tak menjawab apa- apa, hanyalah terasa tangan keriputnya mengelus ubun – ubun kepalaku berulang – ulang. Kulepas pelukankanku, kulihat mata tua itu memerah, kuperhatikan rumah panggung kami. Lalu kulambaikan tanganku ke beberapa tetangga yagn kebetulan berada di rumah. Sebelum aku masuk kedalam mobil.
Kumasuki gerbang sekolah yang sudah sepi, ternyata sekolah memang sudah bubar seperti biasanya, , Dengan sedikit berlari aku langsung menuju ke ruang para guru. Disana aku lihat Inong dan tiga rekannya sedang duduk dihadapan beberapa guru. Tanpa berfikir panjang langsung kupeluk anakku.
“Maaf Bu guru. Ada apa dengan anak kami, apakah mereka dihukum?” Tanyaku
“Oh Bu Lastri, kebetulan ibu datang, maaf sebelumnya tidak memberitahu sebelumnya, inipun mendadak, kami baru saja mendapatkan pengumuman tadi pas sedang pelajaran, sehingga kami pikir akan memberitahu yang bersangkutan setelah selesai waktu sekolah.makanya mereka kami kumpulkan disini.” Jawab Ibu kepala sekolah
“Ada apa bu?” tanyaku.
“Tentang anak – anak kita ini, Inong dan teman – temannya, Ini ada permintaan dari Provinsi mengingkan sekolah kita untuk mengirimkan wakil- akilnya untuk tampil menari dihadapan Bapak Presiden yang bakal berkunjung ke Ibukota Propinsi bulan depan. Nah katanya bapak Presiden ingin anak – anak yang menari itu perwakilan dari SD – SD yang ada dipedalaman, Nah kebetulan SD kita terpilih.”
‘Karena kami melihat selama ini Inong berbakat dalam bidang tersebut, kami coba mengusulan Inong dan empat temannya untuk dikirim ke Ibu kota, Akan ada semacam pelatihan selama seminggu disana. Tentunya kami dari pihak sekolah akan selalu mendampingi selama disana, untuk itulah kami ingin mmberitahukan ini kepada anak – anak untuk supaya mereka minta ijin kepada orang tuanya. Rencana besok kami ngingin minta ijin kepada orang tua masing – masing, kebetulan ibu disini sekalian saja kami minta ijinnya.”
Tak kuasa kutahan lagi air mata ini, sambil kupeluk erat anakku. Kata- kata dari mulut SI inong semakin membuatku tidak bisa berkata – kata lagi..
“Ibu jadi pergi hari ini?” tanyanya datar…
“Jadi Nong.. itu mobil sudah ada di depan, Ibu tunggu Inong dari tadi dirumah, makanya ibu nyusul kesini..”.
Akhirnya aku minta waktu sebentar untuk berbicara dengan Ibu kepala sekolahnya, kuceritakan dengan singkat bahwa aku akan pergi bekerja keluar negeri saat ini, pada saat itu juga aku menitipkan anakku kepada mereka. Terkejutlah para guru mendengar apa yang aku ceritakan, karena sangat jarang para wanita disini yang mau berjuang untuk mencari uang sampai berpisah dengan anaknya, sampai harus merantau ke negeri orang.
Perkataan seorang guru ini setidaknya membuat sedikit bebanku menjadi ringan.
“Tenang bu, Inong, bukan anak yang manja, dia anak yang tekun dan mau belajar, kami berjanji mendidik dia semampu kami, lihatlah dia, bahkan dia lebih tegar dari kita semua disini.”
Kupeluk erat anakku untuk terakhir kali, sampai kering rasanya air mata ini mengalir, ku kecup berulang – ulang keningnya berulang – ulang, Kepeluk lagi….
“Tinnnn….tinnnn….. tinnnn….” suara panjang klason mobil menggejutkanku…
Aku sadar saat inilah saat harus berpisah kusalami satu persatu guru diruangan itu, lalu kugandeng tangan Inong menuju kearah mobil rombongan. Kegenggam erat tangannya… sampai mendekati pintu mobil.
Kupeluk erat sekali lagi anakku… sambil kubisikan kata kekuping mungilnya….”Maafkan Ibumu ini anakku.” Serak suaraku saat mengucapkan itu.
“Ibu Hati – hati disana, cepat pulang ya..” Jawabnya…
Pintu ditutup, mobil melaju dengan kencang… aku hanya tertunduk tidak berani lagi melihat kebelakang…

Pejabat Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) pusat ketika berkunjung ke kantor Kompas Gramedia di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Baru, Selasa (15/8) sore. 

GOORKEY.COM, MEDAN-Peluit peringatan kepada birokrat dan masyarakat luas agar menjauhi tindakan tidak terpuji, pungutan liar (pungli) telah ditiup. Berhati-hatilah.
Dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota telah terbentuk Satgas Saber Pungli. Kutipan relatif kecil, senilai Rp 10 ribu saja pun berpotensi akan menyeret pelaku ke jalur hukum. 
Demikian dikemukakan para pejabat Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) pusat ketika berkunjung ke kantor Kompas Gramedia di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Baru, Selasa (15/8) sore.

"Kalau kami, Satgas Saber Pungli, mengurusi seperti yang disampaikan Pak Presiden Jokowi, adalah hal-hal kecil. Pungli yang Rp 10 ribu pun kami kejar. Kalau yang besar-besar itu biar urusan KPK," ujar Tim Satgas Saber Pungli Pusat Brigjen Pol Baharuddin Jafar yang juga selaku Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Mabes Polri.

Brigjen Pol Baharuddin mengutarakan kehadiran Tim Satgas Saber Pungli ke Sumut didasari dari banyaknya laporan pungli yang mereka terima yang berasal dari Sumut . Kepala Pokja Satgas Saber Pungli Asep Kurnia mengatakan, aduan atau laporan atas dugaan pungli di Sumut masuk tiga besar se-Indonesia.

"Di Sumut ini kami mendapat data laporan pungli terbanyak ke tiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta," ujar Asep.
Kunjungan tim Satgas Saber Pungli diterima redaksi Harian Tribun Medan/Tribun- Medan.com, Kompas TV dan Radio Sonora/Radio Smart FM.
Kedatangan tim Saber Pungli untuk melanjutkan sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) No 87 tahun 2016 tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dilakukan di Hotel Santika Premiere Dyandra, Selasa siang.

Tim Satgas Saber Pungli berkunjung adalah Brigjen Pol Baharudin Djafar, Asep Kurnia, Brigjen Pol Syaiful Zachri, Bridjen TNI Gamal HP (unsur POM TNI), dan Kombes Ricky F. Mereka didampingi tim Saber Pungli dari Pemprov Sumut dan Polda Sumut.
Tim Satgas Saber Pungli saat menyampaikan kehadiran mereka ke Tribun Medan adalah guna menyampaikan mengenai kegiatan mereka memberantas pungli dengan berbagai upaya, mulai dari tindakan pencegahan dan juga tindakan penindakan.


"Kunjungan kami ke Tribun adalah untuk menyampaikan bahwa Tim Satgas Pungli memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas pungutan liar di Sumatera Utara," ujar Baharudin.
Kunjungan Tim Satgas Saber Pungli ini diterima jajaran media yang tergabung dalam Grup Kompas Media. Pemimpin Redaksi Tribun Medan, Domuara D Ambarita dalam pertemuan ini memaparkan bahwa Tribun Medan dan Media yang tergabung dalam Kompas Grup adalah media yang sangat peduli dengan isu-isu perbaikan layanan publik dari adanya pungutan-pungutan liar.
Dalam pertemuan ini Domu mencontohkan beberapa liputan Tribun Medan yang mengulas tentang masalah pungutan liar, seperti yang terjadi di timbangan Dinas Perhubungan Sumut dan di beberapa fasilitas kesehatan di Sumut.
Tim Satgas Saber Pungli dalam melakukan penanganan mereka selalu terbuka, dan akan mengeluarkan surat kepada Satgas Saber Pungli di Daerah supaya terbuka saat menangani kasus pungutan liar baik saat melakukan pembinaan dan juga penindakan.

Dalam pertemuan ini Domuara Ambarita turut menanyakan persoalan lesunya daya serapan anggaran pemerintah sejak gencarnya Tim Satgas Saber Pungli melakukan OTT. Gencarnya opersi pemberantasan korupsi dan pungutan liar diduga membuat pegawai negeri takut atau khawatir menjabat sebagai pejabat pembukat komitmen (PPK) dan pimpinan proyek pada instansi/lembaga.
Hal ini dibenarkan Asep Kurnia. I menuturkan kurangnya serapan anggaran adalah langkah balas dendam dari aparatur negara yang sudah terlanjur berada di zona nyaman. "Ada memang relasinya, ini adalah perlawanan dari orang yang sudah berada di zona nyaman. Yang sebelumnya mereka membawa uang pungli pulang. Sekarang tidak bisa lagi. Karena itu mereka membuat perlawanan," ujar Asep.

Namun Asep yakin, untuk jangka pangjang upaya penegakan hukum disertai pemberantasan korupsi dan pungutan liar akan membentuk kebiasaan baru, habitus dan pratik baru yang lebih bersih.
Keberadan Satgas Saber Pungli mengklaim mendapat kepercayaan dari Publik, terbukti dari saat warga menyampaikan laporan, para pelapor bersedia menjadi saksi dalam laporan tersebut. Tim Satgas Saber Pungli juga mengutarakan sangat membutuhkan informasi dari media mengenai Pungli.
"Kita memiliki media sosial, dan juga call center yang bisa dihubungi warga untuk mengadukan adanya pungutan liar. Dalam hal ini laporannya jangan fitnah yah," ujar Gamal HP yang bertugas menangani media Tim Satgas Saber Pungli.

Masyarakat umum dapat melaporkan dugaan adanya praktik pungutan lias, tertu saja dilengkapi fakta dan data melalui situs saberpungli.id atau pesan singkat ke nomor 1193 atau menghubungi call center 193. Aplikasi pelaporan adanya pungutan liar bisa diunduh melalui Playstore pada telepon seluler. Laporan yang masuk akan diterima Satgas langsung.

Kepercayaan Masyarakat
Satgas Saber Pungli menyosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Selasa (15/8).

Dalam acara, dipaparkan tentang Satgas Saber Pungli di Sumatera Utara. Penanggung jawab adalah Gubernur, dan Ketua Pelaksanana adalah Irwasda. Untuk Kabupaten/Kota yang mejadi penanggung jawabnya adalah Bupati atau Wali Kota dan Ketua Pelaksananya adalah Wakapolres.
Dalam paparan Tim Satgas Saber Pungli, Provinsi Sumatera Utara dikategorikan wilayah yang masuk zona merah yang artinya terjadinya tindak pidana pungutan liar (pungli) termasuk tinggi di Sumut.
Dari hasil laporan yang dipaparkan oleh Kepala Pelaksana Satgas Tim Saber Pungli, Komjen Pol Dwi Priyatno. yang juga menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri. Sumut berada di urutan ke-2 dalam penindakan pungli di bawah Jawa Barat.

"Sejak terbentuk pada 28 Oktober 2016, Satgas Saber Pungli telah mengungkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 900 kasus lebih di tanah air. Sumut peringkat kedua dalam pengungkapan praktik pungli, menaikkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah 40 persen," ujarnya.
Komjen Pol Dwi Priyatno mengutarakan dari penerimaan banyaknya laporan adanya dugaan pungutan liar, sumut berada di urutan ke-3 setelah Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Laporan-laporan yang masuk ini katanya sudah disampaikan ke Polda untuk ditindaklanjuti.
"Untuk jumlah laporan yang banyak diterima, Sumut urutan yang ke III. Laporan-laporan yang masuk itu lebih banyak di Dinas Pendidikan, di Dinas Perhubungan, Kemenkumhan, Kemenag dan Keuangan," ujarnya.

Operasi Tangkap Tangan
Pemerintah menyikapi maraknya prakti pungutan liar (pungli) di berbagai instansi dan lembaga pemerintahan. Puncaknya, setelah tertangkap seorang pejabat di Kementerian Perhubungan melakukan pungutan liar terkait perizinan di Ditjen Perhubungan Laut dan Perhubungan Darat, pada 11 Oktober 2016, Presiden Joko Widodo segera membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).


Satgas Saber Pungli bernaung dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Tim Satgas Saber Pungli adalah salah satu bagian kebijakan pemerintah melaksanakan reformasi di bidang hukum.
Pengendali atau penanggungjawab Satgas itu yakni Menko Polhukam, Wiranto. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Pol Dwi Priyatno ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli.

 

Perwakilan Badan Warisan Sumatera (BWS) Isnen Fitri sambangi Dinas Kebudayaan Kota Medan, Jumat (11/8/2017). ( Hendrik) 

GOORKEY.COM, MEDAN - Sejak 10 hari yang lalu Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raya Al Mashun melakukan konservasi terhadap bangunan Masjid Raya Al Mashun.
Mengetahui hal ini, perwakilan Badan Warisan Sumatera (BWS) yakni Isnen Fitri dan Hairul langsung menyambangi Kantor Dinas Kebudayaan Kota Medan, Jumat (11/8/2017).

Kepada Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Suherman, Isnen Fitri menceritakan Masjid Raya Al Mashun adalah cagar budaya nasional artinya perlu izin dan kajian dari pemerintah pusat untuk melakukan konservasi.

"Kalau sudah mendapat izin pasti dapat kucuran dana dari pusat. Kami siap membantu membuat proposalnya dan mencarikan dana. Tak bisa sporadis ada duit langsung konservasi," ucap Isnen.
Isnen menegaskan setiap pemilik cagar budaya berhak mendapat pendampingan dan pemerintah wajib memberikan pelayanan teknis.
Kekurangan Dinas Kebudayaan sebut Isenen lantaran minim sosialisasi terkait cagar budaya.
"Di sini bukan hanya salah BKM Masjid, tugas pemerintah memberikan sosialisasi juga belum maksimal. Saya sangat menghargai keputusan BKM Masjid, tapi saya takut malah semakin merusak," sambungnya.
Isnen lantas meminta pihaknya dipertemukan dengan BKM Masjid untuk memberikan jalan keluar agar konservasi tak melebar dan merusak ke sisi bangunan lainnya.
"Silahkan kami dipertemukan. Supaya semuanya jelas dan tak ada yang dirugikan," pungkasnya.

(hen)

Foto : Ilustrasi tahanan wanita 

GOORKEY.COM, DEPOK - Polsek Beji akhirnya menangkap dan menahan pelaku penyimpan mayat bayinya sendiri di dalam laci lemari pakaian, di sebuah rumah di ‎Perumahan De Raya Residence, Beji, Depok, Selasa (15/8/2017).
Pelaku adalah Solikha (21) alias Ika, pembantu rumah tangga (PRT) di rumah tersebut.

Sebelumya Ika sempat mendapat perawatan di rumah sakit di Ciganjur, Jakarta Selatan sejak Senin (14/8/2017) malam.

Ia dibawa ke rumah sakit oleh majikannya Ansar. Sebelumnya atas laporan Sumiati, PRT lainnya di rumah Ansar, Ika dilaporkan sakit akibat menstruasi dan kakinya bengkak.
Bahkan Ika sempat berlama-lama di dalam toliet, sebelum keluar dengan kondisi lemah dan lunglai.
"Ternyata di dalam toilet itu, pelaku melahirkan bayinya dan diduga langsung membunuhnya. Kemudian mayat bayi disimpan di laci lemari plastik untuk pakaian. Selama ini pelaku menyembunyikan kehamilannya. Bahkan rekannya Sumiati sesama PRT dan majikannya tidak tahu pelaku hamil," kata Kapolsek Beji Bambang Handoko.
Karena Sumiati melihat kondisi Ika sangat lemah dan ada darah di tungkai kakinya, Senin malam, ia melaporkan ke majikannya.
"Oleh majikannya pelaku dibawa ke rumah sakit," kata Bambang.

Namun akhirnya, kata Bambang, Sumiati menemukan bungkusan mencurigakan di dalam laci lemari pakaian di kamar Ika.

"Saksi lalu membukanya dan kaget karena isinya adalah jenasah bayi," kata Bambang.
Sumiati lalu melaporkan temuan ini ke majikannya yang saat itu tidak ada di rumah. Atas petunjuk majikannnya, ia melapor ke warga sekitar yang meneruskannya ke polisi.
"Kami lalu memeriksa Sumiati dan majikannya Ansar. Dari keterangan mereka dicurigai dan diduga kuat sejak awal pelakunya adalah Ika," kata Bambang.
Setelah mengumpulkan semua barang bukti dan memastikan pelakunya adalah Ika, polisi lalu membekuk Ika yang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. "Pelaku kami tahan dan masih akan terus kami periksa untuk didalami lebih jauh," kata Bambang.
Atas perbuatannya kata Bambang, Ika akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara.
"Kami juga sudah amankan laci lemari baju plastik merek Lion Star warna pink, serta dua kaus warna biru dan belang-belang yang dipakai untuk membungkus jenasah bayi," katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, temuan mayat bayi kembali menggegerkan warga Kota Depok. Kali ini mayat bayi ditemukan di dalam laci lemari pakaian di rumah warga di Perumahan De Residence, Beji, Depok, Selasa (15/8/2017) pagi.
Mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pembantu rumah tangga di rumah tersebut yang melaporkannya ke warga sekitar lalu diteruskan ke polisi. (Budi Malau)

Ilustrasi Flakka

 GOORKEY.COM, JAKARTA - Tahun lalu, publik internasional dikejutkan kala pemuda berumur 19 tahun, Austin Harrouff, membunuh pasangan John Stevens dan Michelle Mishcon di Tequesta, Florida.
Anehnya selain menusuk kedua korban dengan pisau, Austin juga menggigit muka salah satu korban layaknya mahluk zombie yang kelaparan.

Perlakuan aneh Austin, tersebut kabarnya merupakan efek dari narkoba jenis baru Flakka.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso mengatakan bahwa saat ini terdapat 66 narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia.
Meski begitu, Budi Waseso mengungkapkan bahwa Flakka menjadi perhatian khusus dari lembaganya.

"Ada 66 jenis baru. Termasuk flakka, yang kita takuti karena di Youtube itu sudah masuk di Indonesia," ujar mantan Kabareskrim ini di di Garbage Plant, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (15/7/2017).

Budi Waseso mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pencegahan dan penindakan terhadap peredaran Flakka di tanah air.
"Sekarang kami bekerja keras dengan Polri dengan Bea Cukai untuk menelisik jaringan flakka yang masuknya lewat mana," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini.

Buwas mengungkapkan bahwa pencegahan ini diharapkan dapat menyelamatkan jutaan manusia.

Narkoba Flakka
GOORKEY.COM, SURABAYA - Narkoba jenis flakka yang efeknya cukup membahayakan dan mengerikan membuat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Polda Jatim waspada.
Jatim tidak ingin flakka masuk ke provinsi paling timur Pulau Jawa ini.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman menuturkan, sampai kini narkoba jenis flakka memang belum terdeteksi masuk Jatim.
Tapi tidak ada jaminan Jatim terus terbebas dari penyelundupan flakka.

"Sampai sekarang memang belum ada flakka masuk Jatim, dan mudah-mudahan tidak sampai. Kami berusaha awasi dan pencegahan," sebut Fatkhur Rahman, Rabu (16/8/2017).

Fatkhur menuturkan, informasi soal bahaya flakka yang dirinya peroleh cukup berbahaya.
Seorang penggunanya merasa seperti mayat hidup atau zombie.

"Pokoknya jangan sampai flakka masuk Jatim," harap Fatkhur.

Supaya flakka dan narkoba lainnya tidak terus masuk di Jatim, BNNP meminta masyarakat ikut berperan aktif.
Keluarga dan lingkungan tempat tinggal diharapkan ikut melakukan pengawasan.

"Semua harus ikut mengawasi, jika ada informasi peredaran narkoba segera laporkan ke kami," imbau Fatkhur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Gagas Nugraha menambahkan, perang terhadap narkoba harus dilakukan semua elemen, baik pemerintah dan masyarakat.
Terkait flakka, Gagas mengaku belum terpantau masuk di Jatim tapi tetap harus diwaspadai dan jangan sampai Jatim menjadi ladang peredaran flakka.
"Narkoba ini (flakka) sangat berbahaya dampaknya bagi pemakai dan masyarakat. Memang belum ada di Jatim dan jangan sampai lah," harap Gagas.
Dia meminta, masyarakat terutama keluarga menjadi benteng terdepan melindungi anak-anaknya dari bahaya narkoba.

"Pengawasan keluarga harus menjdi nomor satu. Keluarga harus menanamkan pendidikan dasar dan religi, sehingga anak-anaknya bisa menjauhi narkoba," kata Gagas. 

Bekraf Habibie Fest 2017

Goorkey.com - Untuk mendorong peningkatan kualitas SDM khususnya pelajar SMK agar bias berkembang dalam hal keterampilan maupun pengetahuan dalam bidang teknologi, Axioo menggelar Axioo Skill Contest dan juga berbagai lomba unjuk keterampilan lainnya selama ajang Habibie Festival yang berlangsung di JIEXpo Kemayoran, Jakarta.
Menurut CEO Axioo Samuel Lawrence, kompetisi ini diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat yang memahami terciptanya sebuah teknologi. Sehingga muncul SDM-SDM yang berkualitas.

“Melalui Axioo Skill Contest kami berharap akan lebih banyak masyarakat umum memahami bagaimana sebuah teknologi diciptakan sehingga akan lebih banyak lagi Habibie Habibie muda tercipta dan Axioo sangat bersyukur dapat ikut berpartisipasi pada event Habibie Festival,” ujar dia.
Sekitar 1.750 siswa dari sekitar 200 SMK di seluruh Indonesia ikut terlibat dalam Axioo Skill Contest. Seluruh peserta merupakan siswa binaan Axioo yang terdaftar pada program Axioo Class Program, program pelatihan peningkatan kualitas SDM untuk para murid dan guru SMK di seluruh Indonesia.

Para siswa melalui proses seleksi dari tingkat sekolah hingga jenjang nasional ini. Tercatat peserta 90 persen didominasi oleh siswa pria dengan peserta termuda berasal dari SMKN 1 Batam bernama Fahmi Dzulqarnain berusia 15 tahun.
Selama lomba, para peserta diminta menunjukkan kemampuan mereka dalam beberapa hal seperti membuat notebook, tehnik memperbaiki hardware, pemasangan dan perbaikan jaringan komputer, membuat aplikasi mobile, membuat desain grafis hingga membuat website. Total hadiah yang disediakan senilai lebih dari Rp 300 juta, antara lain smartphone dan notebook Axioo hingga paket tour mengunjungi pabrik partner Axioo dalam hal pelatihan teknik structure cabling yang berada di Vietnam. Keluar sebagai Juara Umum Axioo Skill Contest 2017 adalah SMK Negeri 4 Kota Serang.
Industri IT saat ini mengalami masalah yang cukup pelik, terutama dalam hal ketersediaan SDM. Mencari tenaga kerja siap pakai menjadi salah satu masalah yang paling susah dipecahkan terutama akibat teknologi yang terus berkembang secara pesat, namun tidak diimbangi dengan peningkatan materi ajar di dunia pendidikan di Indonesia.

“Apa yang diajarkan di sekolah dengan apa yang digunakan di dunia industry jauh berbeda. Kami ingin menghilangkan gap tersebut. Sampai saat ini kami telah membina lebih dari 10.000 siswa tersebar di lebih dari 200 SMK seluruh Indonesia,” jelas Timmy Theopelus, Director Axioo Class Program.

Selain Axioo Skill Contest, Axioo juga menggelar rangkaian kegiatan lainnya selama Habibie Festival 2017 antara lain Pameran Iptek dan Inovasi yang menyajikan keunggulan-keunggulan produk teknologi tinggi nasional. Kemudian berbagai workshop tenologi hardware dan digital seperti simulasi produksi laptop degan fasilitas standar industri menghadirkan professional IT yang mumpuni. Juga, lomba-lomba seru seperti Amazing Race, Lomba Cipta Game, dan Lomba Coding.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang diserahkan oleh CEO Axioo Samuel Lawrence kepada Ilham Habibie, Ketua Pelaksana Habibie Festival 2017. [idc]

Ilustrasi startup

Goorkey.com - Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono, mengatakan, berkembangannya teknologi saat ini mengharuskan sumber daya manusia lebih tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Terutama di level pendidikan. Di level itu, lembaga pendidikan harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Harus dibuat proses-proses pendidikan seperti kejuruan, dan lain sebagainya. Ini harus dibuka seluas-luasnya. Pendidikan harus diorientasikan ke arah itu,” kata dia usai acara diskusi mengenai 5G di Mercantile Athletic Club, Jakarta, Selasa (15/8).
Pernyataannya itu, lantaran dia menganggap kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri masih belum bisa bersinergi. Kedua sektor itu masih berjalan sendiri-sendiri. Dia menyontohkan riset yang dilakukan sejauh ini masih ego sektoral. Maksudnya tidak memikirkan hilirisasi. Sementara, output dari riset yang diharapkan adalah adanya hilirisasi.

“Ini relatif masih sendiri-sendiri dan harus dijadikan satu. Misalnya saja riset, saat ini riset kan udah mulai memikirkan hilirisasi tuh. Makanya, riset tidak hanya berhenti di riset saja tetapi mestinya produk industri. Dan itu harus bicara dengan kalangan industri juga. Jadi risetnya itu nyambung kan,” jelasnya.

Dia pun menyontohkan ponsel Digicoop yang digunakan oleh anggota Mastel dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merupakan kolaborasi dari hasil riset yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal itu merupakan contoh hilirisasi dari riset yang ada.
“Digicoop itu salah satu dari hilirisasi industri. Berawal dari riset ITB kemudian diadopsi menjadi produk industri yang dilakukan oleh koperasinya Mastel. Kemudian ada smartcard. Smartcard juga sama hilirisasi. Jadi ini udah nyambung. Nah, ini tinggal dikembangkan ke case yang lain-lain,” ungkap Kristiono. [idc]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget